Pengembangan Komoditas Rumput Laut Melalui Kerja Sama Pemerintah Daerah dan Pelaku Usaha di Sulawesi Tengah

  • Riady Ibnu Khaldun Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sulawesi Barat
Kata Kunci: Pemerintah Sulawesi Tengah, Pelaku Usaha, Kerja sama, Rumput Laut

Abstrak

Sulawesi Tengah merupakan satu di antara beberapa provinsi sebagai produsen rumput laut terbesar di Indonesia setelah Sulawesi Selatan. Dari keseluruhan potensi lahan budidaya rumput laut yang dimiliki ternyata Sulawesi Tengah hanya mampu memanfaatkan tujuh persen potensi lahan budidaya yang tersedia. Jumlah produksi rumput laut Sulawesi Tengah yang sangat besar ternyata tidak sebanding dengan tingginya kualitas produk rumput laut yang diproduksi. Tidak adanya koordinasi di antara pemerintah dan para pengusaha rumput laut baik dalam bentuk pembudidayaan, pengelolaan pasca panen, distribusi, maupun pemasaran dianggap sebagai faktor yang menyebabkan rumput laut di Sulawesi Tengah tidak berkembang dengan maksimal. Dibutuhkan adanya upaya untuk melakukan pengembangan komoditas rumput laut di Sulawesi Tengah. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kualitas dan hasil produksi rumput laut melalui kerja sama pemerintah daerah dan pelaku usaha di Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Adapun upaya yang dapat dilakukan dalam mengembangkan komoditas rumput laut di Sulawesi Tengah adalah dengan membangun kerja sama yang erat dan berkelanjutan di antara Pemerintah Sulawesi Tengah dan para pelaku usaha, seperti: 1) peningkatan kualitas hasil produksi bahan baku rumput laut di beberapa daerah seperti Kabupaten Morowali dan Kabupaten Banggai Laut sebagai produsen rumput laut terbesar; 2) penyediaan tempat penyimpanan hasil produk bahan baku rumput laut serta sarana transportasi untuk mengirimkan dan mendistribusi produk rumput laut; 3) pembangunan industri pengolahan rumput laut baik dalam bentuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menegah maupun skala besar; serta 4) penataan zonasi budidaya rumput laut.

Referensi

Aluman, D. O., Hadayani, & Effendy. (2016). Analisis Produksi dan Pendapatan Rumput Laut di Desa Bulagi Dua Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan. Agroland, 23(2), 131–140. https://doi.org/10.22487/J.24077607.2016.v23.i2.8219

Anwar, A. (2013). Analisis Kebijakan dan Strategi Pengembangan Usaha Rumput Laut Euchema Cottonii di Kabupaten Bantaeng (Studi Kasus di Kecamatan Bissappu, Bantaeng, dan Pa’jukukang). Jurnal Ilmu Perikanan Octopus, 2(1), 103–109. Retrieved from https://journal.unismuh.ac.id/index.php/octopus/article/view/521

Ariyati, R. W., Widowati, L. L., & Rezeki, S. (2016). Performa Produksi Rumput Laut Euchema Cottonii yang Dibudidayakan Menggunakan Metode Long-Line Vertikal dan Horisontal. Prosiding Seminar Nasional Tahunan Ke V 2015 Hasil Hasil Penelitian Perikanan Dan Kelautan, 332–346. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/51315/

Kepel, T. L., Suryono, D. D., Ati, R. N. A., Salim, H. L., & Hutahaean, A. A. (2017). Nilai Penting dan Estimasi Nilai Ekonomi Simpanan Karbon Vegetasi Mangrove di Kema, Sulawesi Utara. Jurnal Kelautan Nasional, 12(1), 19–26. https://doi.org/10.15578/jkn.v12i1.6170

Khaldun, R. I. (2017). Strategi Kebijakan Peningkatan Daya Saing Rumput Laut Indonesia di Pasar Global. Sospol: Jurnal Sosial Politik, 3(1), 99–125. https://doi.org/10.22219/sospol.v3i1.4403

Lindsey White, W., & Wilson, P. (2015). World seaweed utilization. In Seaweed Sustainability (pp. 7–25). https://doi.org/10.1016/B978-0-12-418697-2.00002-7

Mappiratu. (2010). Strategi Riset Rumput Laut untuk Produksi Produk Spesifik Daerah Sulawesi Tengah. Media Litbang Sulteng, 3(2), 91–95. Retrieved from http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/MLS/article/view/76

Moore, A., & Ndobe, S. (2008). Reefs at risk in Central Sulawesi, Indonesia - status and outlook. Proceedings of the 11th International Coral Reef Symposium, (18), 840–844. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/259573027_Reefs_at_risk_in_Central_Sulawesi_Indonesia_-_status_and_outlook

Priono, B. (2013). Budidaya Rumput Laut dalam Upaya Peningkatan Industrialisasi Perikanan. Media Akuakultur, 8(1), 1–8. https://doi.org/10.15578/ma.8.1.2013.1-8

Suparmi, & Sahri, A. (2009). Mengenal Potensi Rumput Laut: Kajian Pemanfaatan Sumber Daya Rumput Laut dari Aspek Industri dan Kesehatan. Majalah Ilmiah Sultan Agung, 44(118), 95–116. Retrieved from http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/majalahilmiahsultanagung/article/view/252

Tombolotutu, A. D., Khaldun, R. I., Palampanga, A. M., Djirimu, M. A., & Tenge, E. (2019). Trade Liberalization and Export Competitiveness: A Case Study on Indonesian Seaweed In the Global Market. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 270, 012056. https://doi.org/10.1088/1755-1315/270/1/012056

Utojo, Mansyur, A., Mustafa, A., Hasnawi, & Tangko, A. M. (2007). Pemilihan Lokasi Budi Daya Ikan, Rumput Laut, dan Tiram Mutiara yang Ramah Lingkungan di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah. Jurnal Riset Akuakultur, 2(3), 303–318. https://doi.org/10.15578/jra.2.3.2007.303-318

Ya’la, Z. R. (2008). Prospek Pengembangan Rumput Laut di Kabupaten Morowali. Agroland, 15(2), 144–148. https://doi.org/10.22487/J.24077607.2008.v15.i2.182

Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Diterbitkan
2019-07-10
Bagaimana Mengutip
Khaldun, R. (2019). Pengembangan Komoditas Rumput Laut Melalui Kerja Sama Pemerintah Daerah dan Pelaku Usaha di Sulawesi Tengah. Bomba: Jurnal Pembangunan Daerah, 1(1), 21-27. Diambil dari https://www.jurnalbrida.sultengprov.go.id/index.php/bomba/article/view/14
Bagian
Articles