Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah 'Varietas Lembah Palu' dengan Pola Tanam Berbeda di antara Tanaman Cabai

  • Muhammad Ansar Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako
  • Bahrudin Bahrudin Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako
  • Dwi Prastyawan Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako
Kata Kunci: Bawang Merah, Pola Tanam, Cabai

Abstrak

Bawang merah (Allium ascalonicum  L.) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, permintaan terhadap kedua komoditas tersebut terus meningkat pula sedangkan produksinya masih sangat rendah. Dengan adanya perbaikan sistem pola tanam tanaman pagar mungkin potensi produksi dapat dicapai guna meningkatkan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perlakuan pola tanam yang tepat pada tanaman pagar cabai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan acak Kelompok dengan 4 perlakuan yang terdiri dari P1 (pola tanam monokultur/kontrol), P2 (pola tanam strip 2:1), P3 (Pola tanam zig-zag), dan P4 (Pola tanam campuran). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa semua perlakuan pola tanam bawang merah varietas lembah di antara tanaman pagar cabai yaitu monokultur, strip 2:1, zig-zag dan campuran tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Hal ini berarti bahwa semua pola tanam bawang merah yang dicobakan dapat diterapkan untuk penanaman bawang merah di antara tanaman cabai.

Referensi

Anshar, M., Tohari, Sunaminto, B. H., & Sulistyaningsih, E. (2011). Pengaruh Lengas Tanah terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Lokal Bawang Merah pada Ketinggian Tempat Berbeda. J. Agroland, 18(1), 8–14. https://doi.org/10.22487/J.24077607.2011.v18.i1.310

Gascho, G. J., Hubbard, R. K., Brenneman, T. B., Johnson, A. W., Sumner, D. R., & Harris, G. H. (2001). Effects of Broiler Litter in an Irrigated, Double-Cropped, Conservation-Tilled Rotation. Agronomy Journal, 93(6), 1315. https://doi.org/10.2134/agronj2001.1315

Mayadewi, N. N. A. (2007). Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan Gulma dan Hasil Jagung Manis. Agritrop, 26(4), 153–159. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/agritrop/article/view/3069

Nani Sumarni dan Achmad Hidayat. (2005). Budidaya Bawang Merah. 31.

Rifai, A., Basuki, S., & Utomo, B. (2014). Nilai Kesetaraan Lahan Budi Daya Tumpang Sari Tanaman Tebu dengan Kedelai: Studi Kasus di Desa Karangharjo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Widyariset, 17(1), 59–69. https://doi.org/10.14203/widyariset.17.1.2014.59-69

Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1843. Pelepasan Bawang Merah Lembah Palu sebagai Varietas Unggul. , (2011).

Untung, K. (2006). Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu (2nd ed.). Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Yuliwardhani, D. F. (2013, June 21). Pagar Tanaman Rindang Penyejuk Udara (D. F. Yuliwardhani, Ed.). Retrieved from idea.grid.id website: https://idea.grid.id/read/09691654/pagar-tanaman-rindang-penyejuk-udara?page=all

Diterbitkan
2019-07-10
Bagaimana Mengutip
Ansar, M., Bahrudin, B., & Prastyawan, D. (2019). Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah ’Varietas Lembah Palu’ dengan Pola Tanam Berbeda di antara Tanaman Cabai. Bomba: Jurnal Pembangunan Daerah, 1(1), 7-11. Diambil dari https://www.jurnalbrida.sultengprov.go.id/index.php/bomba/article/view/12
Bagian
Articles